Bahan Tahan Api yang Larut dalam Air

Asam polifosforat yang larut dalam air mengacu pada amonium polifosfat dengan derajat polimerisasi rendah, dan derajat polimerisasinya kurang dari 20. Senyawa ini memiliki rantai pendek dan derajat polimerisasi rendah, serta nilai pH netral.

Amonium polifosfat yang larut dalam air

Amonium polifosfat yang larut dalam air, juga dikenal sebagai garam amonium polifosfat, adalah zat kimia dengan kelarutan air yang baik. Zat ini diperoleh dengan mereaksikan amonium fosfat dengan asam fosfat atau asam polifosfat.

Amonium polifosfat yang larut dalam air memiliki karakteristik dan aplikasi sebagai berikut:

Larut dalam air
Dibandingkan dengan polifosfat umum, amonium polifosfat yang larut dalam air lebih mudah larut dalam air dan membentuk larutan transparan.

Sumber nutrisi
Amonium polifosfat yang larut dalam air banyak digunakan sebagai pupuk di bidang pertanian. Pupuk ini dapat menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen dan fosfor, serta mendorong pertumbuhan tanaman.

Efek pelepasan lambat
Ion fosfat dalam amonium polifosfat yang larut dalam air dapat dilepaskan secara perlahan, sehingga memperpanjang waktu kerja pupuk dan mengurangi kehilangan serta pemborosan unsur hara.

Perbaiki tanah
Amonium polifosfat yang larut dalam air dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas retensi air tanah, dan daya tahan pupuk.

Perlindungan lingkungan
Penggunaan amonium polifosfat yang larut dalam air sebagai pupuk dapat mengurangi hilangnya nitrogen dan fosfor ke lingkungan serta mengurangi pencemaran badan air.

tentang1

Perlu diperhatikan bahwa ketika menggunakan amonium polifosfat yang larut dalam air, penggunaannya harus dilakukan dalam jumlah dan metode yang wajar untuk menghindari dampak buruk pada tanaman dan lingkungan. Selama penggunaan, prosedur keselamatan operasional yang relevan harus diikuti.

Amonium polifosfat yang larut dalam air

Amonium polifosfat yang larut dalam air juga banyak digunakan di bidang penghambat api.

Amonium polifosfat yang larut dalam air juga banyak digunakan di bidang penghambat api. Karakteristik dan aplikasi utamanya adalah sebagai berikut:

Kinerja tahan api dengan efisiensi tinggi:
Amonium polifosfat yang larut dalam air dapat secara efektif mengurangi kinerja pembakaran material dan memiliki efek tahan api yang baik. Senyawa ini dapat menghambat pelepasan panas dan penyebaran api selama proses pembakaran, sehingga mengurangi terjadinya kecelakaan kebakaran.

Aplikasi multi-bidang:
Amonium polifosfat yang larut dalam air banyak digunakan dalam modifikasi tahan api pada material seperti tekstil, kayu, dan kertas. Senyawa ini dapat dikombinasikan dengan substrat melalui pencampuran, pelapisan, atau penambahan untuk memberikan efek tahan api yang tahan lama.

Stabilitas tinggi
Amonium polifosfat yang larut dalam air juga memiliki stabilitas yang baik pada suhu tinggi, masih dapat mempertahankan efek tahan api pada suhu yang lebih tinggi, dan tidak mudah terurai atau menguap.

Perlindungan lingkungan
Amonium polifosfat yang larut dalam air adalah bahan penghambat api yang ramah lingkungan, produk dekomposisinya tidak akan menghasilkan zat beracun, dan membantu menghambat pembentukan asap serta mengurangi bahaya kebakaran terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Perlu dicatat bahwa penggunaan dan proporsi amonium polifosfat yang larut dalam air dapat berbeda tergantung pada bahan dan skenario aplikasi yang berbeda. Selama penggunaan, jenis penghambat api dan metode penggunaan terbaik harus dipilih sesuai dengan situasi spesifik, dan prosedur operasi keselamatan yang relevan harus diikuti untuk memastikan efek penghambat api dan keamanan aplikasi.

Aplikasi

1. Larutan berair digunakan untuk perlakuan penghambat api. Untuk menyiapkan penghambat api 20-25% PN, digunakan sendiri atau bersama dengan bahan lain dalam perlakuan tahan api untuk tekstil, kertas, serat, dan kayu, dll. Pengaplikasian dapat dilakukan dengan autoklaf, perendaman, atau penyemprotan. Jika diperlukan perlakuan khusus, dapat digunakan cairan tahan api konsentrasi tinggi hingga 50% untuk memenuhi persyaratan tahan api produksi khusus.

2. Selain itu, bahan ini juga dapat digunakan sebagai penghambat api pada alat pemadam kebakaran berbasis air dan pernis kayu.

3. Pupuk ini juga digunakan sebagai pupuk majemuk biner konsentrasi tinggi, dan pupuk lepas lambat.

Seorang tukang kayu menyemprotkan pernis pada meja yang sedang dikerjakannya sambil menggunakan alat pelindung pernapasan.
Formula dalam aplikasi kayu

Formula dalam aplikasi kayu

Langkah 1:Gunakan TF-303 untuk menyiapkan larutan dengan fraksi massa 10%~20%.

Langkah 2:Perendaman kayu

Langkah 3:Pengeringan kayu atau pengeringan udara alami

Suhu pengeringan: kurang dari 60 derajat, di atas 80 derajat akan menghasilkan bau amonia.