Berita

Solusi Sistematis untuk Mengurangi Kepadatan Asap Film TPU

Solusi Sistematis untuk Mengurangi Kepadatan Asap Film TPU (Saat Ini: 280; Target: <200)
(Formulasi saat ini: Aluminium hipofosfit 15 phr, MCA 5 phr, Seng borat 2 phr)


I. Analisis Isu Inti

  1. Keterbatasan Formulasi Saat Ini:
  • Aluminium hipofosfit: Terutama menekan penyebaran api tetapi memiliki kemampuan menekan asap yang terbatas.
  • MCA: Bahan penghambat api fase gas yang efektif untuk pijar (sudah memenuhi target) tetapi tidak cukup untuk mengurangi asap pembakaran.
  • Seng borat: Mendorong pembentukan arang tetapi dosisnya terlalu rendah (hanya 2 phr), sehingga gagal membentuk lapisan arang yang cukup padat untuk menekan asap.
  1. Persyaratan Utama:
  • Mengurangi kepadatan asap pembakaran melaluipenekanan asap yang ditingkatkan dengan arangataumekanisme pengenceran fase gas.

II. Strategi Optimasi

1. Sesuaikan Rasio Formulasi yang Ada

  • Aluminium hipofosfit: Meningkat menjadi18–20 jam(meningkatkan ketahanan api fase terkondensasi; memantau fleksibilitas).
  • MCA: Meningkat menjadi6–8 jam(meningkatkan aksi fase gas; jumlah yang berlebihan dapat menurunkan kualitas pemrosesan).
  • Seng borat: Meningkat menjadi3–4 jam(memperkuat pembentukan arang).

Contoh Formulasi yang Disesuaikan:

  • Aluminium hipofosfit: 18 phr
  • MCA: 7 jam
  • Seng borat: 4 phr

2. Memperkenalkan Perangkat Penekan Asap Berkinerja Tinggi

  • Senyawa molibdenum(misalnya seng molibdat atau amonium molibdat):
  • Peran: Mengkatalisis pembentukan arang, menciptakan penghalang padat untuk menghalangi asap.
  • Dosis: 2–3 phr (bersinergi dengan seng borat).
  • Nanoklay (montmorillonit):
  • Peran: Penghalang fisik untuk mengurangi pelepasan gas yang mudah terbakar.
  • Dosis: 3–5 phr (dimodifikasi permukaannya untuk dispersi).
  • Bahan penghambat api berbasis silikon:
  • PeranMeningkatkan kualitas arang dan mengurangi asap.
  • Dosis: 1–2 phr (menghindari hilangnya transparansi).

3. Optimasi Sistem Sinergis

  • Seng boratTambahkan 1–2 phr untuk bersinergi dengan aluminium hipofosfit dan seng borat.
  • Amonium polifosfat (APP)Tambahkan 1–2 phr untuk meningkatkan aksi fase gas dengan MCA.

III. Formulasi Komprehensif yang Direkomendasikan

Komponen

Bagian (phr)

Aluminium hipofosfit

18

MCA

7

Seng borat

4

Seng molibdat

3

Nanoklay

4

Seng borat

1

Hasil yang diharapkan:

  • Kepadatan asap pembakaran: ≤200 (melalui arang + sinergi fase gas).
  • Kepadatan asap cahaya senjaPertahankan ≤200 (MCA + seng borat).

IV. Catatan Utama Optimasi Proses

  1. Suhu PemrosesanPertahankan suhu 180–200°C untuk mencegah dekomposisi dini bahan penghambat api.
  2. Penyebaran:
  • Gunakan pengadukan kecepatan tinggi (≥2000 rpm) untuk distribusi nanoklay/molibdat yang seragam.
  • Tambahkan 0,5–1 phr agen pengikat silan (misalnya, KH550) untuk meningkatkan kompatibilitas pengisi.
  1. Pembentukan FilmUntuk proses pengecoran, kurangi laju pendinginan untuk mempermudah pembentukan lapisan arang.

V. Langkah-langkah Validasi

  1. Pengujian Laboratorium: Siapkan sampel sesuai formulasi yang direkomendasikan; lakukan uji pembakaran vertikal UL94 dan uji kepadatan asap (ASTM E662).
  2. Keseimbangan Kinerja: Menguji kekuatan tarik, perpanjangan, dan transparansi.
  3. Optimasi IteratifJika kepadatan asap tetap tinggi, sesuaikan molibdat atau nanoklay secara bertahap (±1 phr).

VI. Biaya & Kelayakan

  • Dampak Biaya: Seng molibdat (~¥50/kg) + nanoklay (~¥30/kg) meningkatkan total biaya kurang dari 15% pada kadar ≤10%.
  • Skalabilitas IndustriKompatibel dengan pemrosesan TPU standar; tidak memerlukan peralatan khusus.

VII. Kesimpulan

Olehmeningkatkan kadar seng borat + menambahkan molibdat + nanoklay, sistem aksi rangkap tiga (pembentukan arang + pengenceran gas + penghalang fisik) dapat mencapai target kepadatan asap pembakaran (≤200). Prioritaskan pengujianmolibdat + nanoklaykombinasi, lalu sesuaikan rasio untuk keseimbangan biaya-kinerja.


Waktu posting: 22 Mei 2025